Sejarah

Yayasan Baitul Mal Ummat Islam Bank Negara Indonesia disingkat BAMUIS BNI didirikan dengan Akte No. 10 Notaris R. Soerojo Wonghsowidjojo, tanggal 5 oktober 1967 di Jakarta, yang mendapat dorongan dan dukungan dari Bapak Sutanto,MA, Direktur Utama Bank Negara Indonesia pada waktu itu. Maksud dan tujuan pendiriannya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan mengusahakan dana ini menurut cara-cara yang syah dan diridhai Allah SWT serta hasil usaha ini akan disalurkan untuk keagungan Kalimatullah.

Pada bulan Oktober 1992 Pengurus Badan Pembina Kerohanian Islam Serikat Pekerja Bank Negara Indonesia disingkat BAPEKIS SP BNI. Bidang Zakat dan Infak / Sedekah yang diketuai oleh Bapak H. Winarto Sumarto, SH (Direktur Utama BNI pada waktu itu), menetapkan pegawai BNI yang beragama Islam yang pendapatan atau gajinya telah memenuhi syariat kewajiban Zakat (nisab) dilakukan pemotongan Zakat sebesar 2,5 % dari gaji masing-masing setiap bulan.

Dengan keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No. 330 tanggal 20 Juni 2002, BAMUIS BNI dikukuhkan sebagai Lembaga Amil Zakat tingkat Nasional. Untuk menyesuaikan dengan Undang-undang No. 38 tahun 1999 tentang Pengelolaam Zakat dan Undang-undang No. 16 tahun 2001 tentang Yayasan, makan dengan Akte No. 23 tanggal 26 November 2002 Notaris Koesbiono Sarmanhadi, SH,MH, Anggaran Dasar BAMUIS BNI disempurnakan lagi. Penyempurnaan terakhir dilakukan melalui Akte No. 1 tanggal 23 Mei 2005 Notaris Wanda Taurusita Amidjaya, SH, yang menetapkan nama Yayasan Baitul Mal Ummat Islam Bank Negara Indonesia disingkat BAMUIS BNI dengan maksud dan tujuan dibidang keagamaan dengan menjalankan kegiatan sebagai berikut:

  1. Mengumpulkan Zakat, Infak, Sadaqah, Wakaf, Hibah, Wasiat, Waris dan Kafarat dari pimpinan dan pegawai Perseroan Terbatas Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, pimpinan dan pegawai lembaga-lembaga lain kelompok Dewan Swadharma, pimpinan dan pegawai perusahaan-perusahaan anak PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan lembaga-lembaga lain kelompok Dewan Swadharma serta para nasabah,mitra kerja Perseroan Terbatas PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan masyarakat umum lainnya.
  2. Menyalurkan dan mendayagunakan Zakat Infak/Sadaqah, Wakaf,Hibah, Wasiat, Waris dan Kafarat tersebut kepada yang berhak sesuai dengan hukum Islam dan hukum yang berlaku di Republik Indonesia secara terencana, sistematis, menyebar ke seluruh wilayah kerja PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk serta sesuai dengan strategi dan prioritasnya.