Ibu Surniti, seorang ibu rumah tangga berusia 52 tahun yang tinggal di Jl. Danau Sunter Barat, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sempat menghadapi masa sulit dalam membiayai pendidikan dua anaknya. Kedua anaknya, yaitu anak ke-4 dan ke-5, sedang memasuki tahun pertama di Pondok Pesantren Daarussa’adah, Lirboyo, Kediri.
Suaminya bekerja sebagai tukang sapu jalan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan penghasilan yang pas-pasan. Untuk membantu perekonomian keluarga, Ibu Surniti sempat mencoba peruntungan dengan membuka meja kopi di area dalam Jakarta International Stadium (JIS). Namun, usahanya kalah bersaing dengan penjual di luar area stadion. Ia juga pernah menitipkan kacang-kacangan ke warung luar, tapi sayangnya, warung tersebut digusur akibat pembangunan tol di kawasan JIS.Pondok Pesantren La Taksal Pakuhaji merasakan dampak positif dari program pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren yang diberikan oleh UPZ BAZNAS BNI dan BAMUIS BNI. Bantuan ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi pesantren melalui pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Bantuan modal yang diberikan digunakan untuk belanja barang dan fasilitas dagang, seperti mesin cup, alat bakar sosis, blender, serta modal barang dagangan dan operasional toko. Sejak menerima bantuan ini, omset harian Pondok Pesantren La Taksal Pakuhaji meningkat signifikan, dari rata-rata Rp300 ribu menjadi Rp600 ribu per hari.
Dalam wawancara dengan Bapak Salman, pimpinan Pondok Pesantren La Taksal Pakuhaji, terungkap bahwa awalnya mereka menghadapi tantangan terkait kuantitas konsumen yang terbatas. “Konsumen utama kami adalah santri dan siswa yang jumlahnya sekitar 70-80 peserta didik, dengan 40-45 santri yang mukim. Oleh karena itu, solusi dari tantangan ini adalah dengan bertumbuhnya jumlah peserta didik ke depannya,” ungkap Bapak Salman. Selain itu, kebutuhan modal yang belum mencukupi untuk melengkapi seluruh kebutuhan santri juga menjadi kendala yang dihadapi.
Namun, bantuan dari UPZ BAZNAS BNI dan BAMUIS BNI memberikan harapan baru bagi pengembangan ekonomi pesantren. “Kami sangat bersyukur dan berkesan karena ini kali pertama kami menerima bantuan modal. Kami berdoa agar UPZ BAZNAS BNI dan BAMUIS BNI semakin bermanfaat bagi umat, khususnya di lingkungan pesantren yang memiliki misi dakwah dan pendidikan,” lanjut Bapak Salman.
Beliau juga menyampaikan harapannya agar kerja sama dengan UPZ BAZNAS BNI dan BAMUIS BNI dapat terus terjalin untuk memperkuat ekonomi pesantren. “Kami berharap UPZ BAZNAS BNI dan BAMUIS BNI semakin berkah dan berlimpah dengan kebermanfaatannya. Kami juga berharap UPZ BAZNAS BNI dan BAMUIS BNI dapat kembali memberikan dukungan, termasuk dalam bidang fisik bangunan pesantren untuk menopang pertumbuhan kami ke depannya,” ujar Bapak Salman.
Pondok Pesantren La Taksal Pakuhaji mengucapkan terima kasih kepada UPZ BAZNAS BNI dan BAMUIS BNI atas bantuan dan kebermanfaatannya. “Semoga keberlimpahan berkah senantiasa mengiringi UPZ BAZNAS BNI dan BAMUIS BNI. UPZ BAZNAS BNI dan BAMUIS BNI bermanfaat bagi umat, ekonomi pesantren kuat,” tutup Bapak Salman dengan penuh haru.
Program Ekonomi yang dilaksanakan oleh UPZ BAZNAS BNI dan BAMUIS BNI terus membuktikan komitmennya dalam memperkuat ekonomi pesantren melalui bantuan modal usaha kecil yang berkelanjutan. Harapannya, program ini dapat menginspirasi dan memberi dampak positif bagi lebih banyak pesantren di seluruh Indonesia.
Latest Blog
-
UPZ BAZNAS BNI & BAMUIS BNI DORONG PEMBERDAYAAN DHUAFA MELALUI PELATIHAN KOMPUTER DI LOMBOK TENGAH31 Mar 2026
-
PROGRAM PT SIAP BERPROFESI UPZ BAZNAS BNI & BAMUIS BNI RINGANKAN LANGKAH MAHASISWA ITB RAIH CITA-CITA17 Mar 2026
-
DUKUNGAN UPZ BAZNAS BNI & BAMUIS BNI ANTARKAN KHILYATUN NAFISAH TUNTASKAN HAFALAN 30 JUZ DI USIA 17 TAHUN03 Mar 2026
-
UPZ BAZNAS BNI & BAMUIS BNI SALURKAN BANTUAN HONOR GURU TPA DI TPA AN-NUR HUSNA BABELAN26 Feb 2026