SEMANGAT MENGAJAR TAK PERNAH PADAM: CERITA DARI TPA NURUL HIDAYAH

Di sebuah sudut pemukiman warga kota Tegal, tepatnya di TPA Nurul Hidayah, semangat untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an tetap menyala meski dalam keterbatasan. Di balik semangat itu, ada sosok Ibu Siti Nurlaela (39), Kepala TPA yang tak henti memperjuangkan pendidikan diniyah bagi anak-anak di lingkungannya.

Dengan jumlah santri yang mencapai 125 anak dan 7 orang guru, TPA Nurul Hidayah menghadapi berbagai tantangan—salah satunya adalah keterbatasan fasilitas dan insentif bagi para guru. “Awalnya kami masih lesehan saat mengaji, posisi anak-anak saat membaca dan menulis jadi kurang baik,” kenang Ibu Siti. “Kami mengandalkan infak bulanan dari santri, tapi banyak yang tidak rutin.”

Melihat kondisi tersebut, Ibu Siti memberanikan diri mengajukan bantuan kepada BAMUIS BNI melalui program kemitraan bersama UPZ BAZNAS BNI. Harapannya sederhana: bisa mendapat meja, Al-Qur’an, papan tulis, serta bantuan insentif untuk guru-guru yang tetap setia membersamai anak-anak mengaji setiap hari.

“Alhamdulillah, ini sangat membantu kami. Dengan adanya honor ini, guru-guru jadi lebih semangat mengajar. Dulu banyak guru yang mengundurkan diri karena tidak ada honor. Tapi sekarang, alhamdulillah, mulai banyak yang mau kembali mengajar,” ungkapnya dengan mata berbinar.

Bantuan ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang menyemai semangat dan menjaga nyala syiar Islam di tengah keterbatasan. Bagi TPA Nurul Hidayah, program ini adalah bentuk nyata perhatian dan cinta dari keluarga besar BNI kepada generasi penerus umat.

“Semoga Allah membalas kebaikan UPZ BAZNAS BNI, BAMUIS BNI dan seluruh pegawainya. Semoga makin berkah dan terus bisa membersamai kami dalam syiar agama. Jazakumullahu khairan katsiran,” tutup Ibu Siti.

 

Semoga dengan adanya muzakki yang masih terus membersamai UPZ BAZNAS BNI dan BAMUIS BNI akan tercapai keberlangsungan program-program unggulan kami.

 

Bagikan Berita ini :

Leave a reply

Leave a reply