Di sudut Halte Taman Gas, kawasan Tebet, Jakarta Selatan, sebuah usaha kecil yang sederhana menjadi saksi perjalanan hidup penuh perjuangan dari Ibu Sumiyati dan suaminya. Selama lebih dari 15 tahun, mereka menjalankan usaha menjual sate, menawarkan cita rasa tradisional kepada masyarakat sekitar. Meskipun sederhana, usaha ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan utama keluarga mereka tetapi juga simbol ketekunan dan kerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Setiap pagi, rutinitas Ibu Sumiyati dimulai lebih awal dari kebanyakan orang. Ia pergi ke pasar Bukit Duri untuk memilih bahan baku terbaik, seperti daging kambing, ayam, serta bumbu-bumbu pelengkap. Setelah bahan-bahan diperoleh, ia mengolah semuanya di rumah dengan penuh kesabaran, memastikan setiap tusuk sate memiliki kualitas yang terbaik. Saat sore tiba, ia dan suaminya mulai menjual sate mereka di sekitar halte, menarik perhatian pelanggan dengan aroma menggoda yang memenuhi udara. Namun, meski sate mereka disukai banyak orang, keuntungan bersih yang diperoleh hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini membuat mereka sulit untuk mengembangkan usaha lebih jauh.
Selama bertahun-tahun, usaha ini dijalankan dengan segala keterbatasan yang ada. Gerobak sederhana yang mulai usang menjadi alat utama mereka dalam berjualan. Selain itu, mereka hanya memiliki sedikit kursi dan meja untuk pelanggan, sehingga kenyamanan sering kali menjadi keluhan pelanggan setia mereka. Keterbatasan modal juga menjadi tantangan besar. Dalam kondisi seperti ini, Ibu Sumiyati dan suaminya tetap mempertahankan semangat mereka, percaya bahwa dengan usaha keras, suatu hari keberhasilan akan menghampiri.
Harapan baru mulai datang ketika mereka menerima bantuan dari program Bantuan Modal Usaha Kecil (BMUK). Melalui program ini, mereka mendapatkan dana yang cukup untuk memperbaiki gerobak yang sudah usang, membeli kursi dan meja tambahan, serta menambah modal untuk membeli lebih banyak bahan baku. Perubahan ini memberikan dampak yang signifikan. Kini, pelanggan dapat menikmati sate mereka dengan lebih nyaman, dan Ibu Sumiyati mulai melihat peningkatan jumlah pelanggan harian yang berkunjung ke tempat mereka berjualan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan yang telah diberikan. Dengan ini, usaha kami bisa lebih maju dan pelanggan kami semakin nyaman. Semoga kebaikan para donatur dibalas berlipat oleh Allah SWT” ungkap Ibu Sumiyati dengan penuh rasa syukur. Baginya, bantuan ini UPZ BAZNAS BNI & BAMUIS BNI bukan sekadar tambahan modal, tetapi juga simbol harapan dan dukungan yang nyata untuk masa depan keluarga mereka.
Kini, Ibu Sumiyati dan suaminya optimis akan masa depan usaha mereka. Dengan semangat dan dedikasi yang tidak pernah surut, mereka berharap dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan. Bagi mereka, usaha kecil ini tidak hanya soal mencari nafkah, tetapi juga tentang membangun hubungan, menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi pelanggan, dan menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan bantuan yang tepat, segala tantangan bisa diubah menjadi peluang.
Latest Blog
-
UPZ BAZNAS BNI & BAMUIS BNI DORONG PEMBERDAYAAN DHUAFA MELALUI PELATIHAN KOMPUTER DI LOMBOK TENGAH31 Mar 2026
-
PROGRAM PT SIAP BERPROFESI UPZ BAZNAS BNI & BAMUIS BNI RINGANKAN LANGKAH MAHASISWA ITB RAIH CITA-CITA17 Mar 2026
-
DUKUNGAN UPZ BAZNAS BNI & BAMUIS BNI ANTARKAN KHILYATUN NAFISAH TUNTASKAN HAFALAN 30 JUZ DI USIA 17 TAHUN03 Mar 2026
-
UPZ BAZNAS BNI & BAMUIS BNI SALURKAN BANTUAN HONOR GURU TPA DI TPA AN-NUR HUSNA BABELAN26 Feb 2026