KISAH PERJUANGAN SHAZIA: HARAPAN DI TENGAH UJIAN

 

Setiap anak adalah anugerah yang berharga, dan begitu pula dengan Shazia Alnaira Lashira, seorang pejuang kecil yang telah menghadapi tantangan kesehatan sejak dalam kandungan. Shazia didiagnosa dengan Lymphangioma pada trakeostomi (Higroma Coli) saat usia kandungan ibunya menginjak 7 bulan. Sejak saat itu, perjuangan panjang dimulai bagi ibu Gina Maretha Nimas dan keluarganya.

Perjalanan Medis yang Panjang

Di usia kandungan 7 bulan, ibu Gina dirujuk dari RSUD Cempaka Putih ke RSCM poli kandungan untuk menjalani pemeriksaan USG Fetomaternal. Shazia akhirnya lahir pada usia kandungan 35 minggu dengan berat 3,1 kg, namun dengan benjolan sebesar telur yang berada di bagian bawah telinga hingga ke pipi.

Sejak lahir, Shazia telah menjalani serangkaian perawatan medis yang intensif. Tidak kurang dari 10 kali operasi telah dilalui, termasuk pemasangan alat bantu napas (trakeostomi) dan pencabutan gigi. Selain itu, Shazia juga telah menjalani kemoterapi sebanyak 20 kali dan kini masih terus menjalani perawatan rawat jalan dengan metode kemoterapi oral menggunakan obat Certican. Saat ini, Shazia telah berusia 4 tahun 9 bulan, terus berjuang dengan semangat luar biasa.

 

Perjuangan Seorang Ibu

Di tengah perjuangan berat ini, ibu Gina tetap tegar meski harus menjalani semua ini seorang diri. Suaminya meninggal dunia akibat COVID-19 ketika Shazia baru berusia 4 bulan. Dengan kondisi tersebut, ibu Gina menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga sekaligus pejuang utama dalam merawat Shazia.

Bantuan UPZ BAZNAS BNI dan BAMUIS BNI: Cahaya di Tengah Kesulitan

Ketika kondisi Shazia sedang menurun dan membutuhkan perawatan intensif di rumah, bantuan dari UPZ BAZNAS BNI dan BAMUIS BNI datang di waktu yang sangat tepat. Dana yang diberikan sangat membantu dalam pembelian tabung oksigen, obat kemoterapi untuk satu bulan, serta perlengkapan alat medis yang tidak ter-cover oleh BPJS.

“Alhamdulillah, sangat terbantu sekali. Kebetulan saat dana dari BAMUIS cair, kondisi Shazia sedang drop dan harus memakai oksigen selama satu minggu dengan perawatan mandiri di rumah. Dana tersebut digunakan untuk membeli tabung oksigen, menebus obat kemo, dan membeli perlengkapan medis lainnya. Terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan. Semoga pasien-pasien seperti Shazia di mana pun bisa terbantu juga oleh UPZ BAZNAS BNI dan BAMUIS BNI. Semoga seluruh pegawai sehat selalu dan selalu dalam lindungan Allah. Aamiin.” ujar Ibu Gina berdoa.

Harapan untuk Masa Depan

Bantuan yang diberikan UPZ BAZNAS BNI dan BAMUIS BNI tidak hanya meringankan beban biaya pengobatan, tetapi juga menjadi penyemangat bagi ibu Gina untuk terus berjuang. Semoga semakin banyak pihak yang peduli dan turut membantu anak-anak pejuang seperti Shazia agar mereka mendapatkan perawatan terbaik dan memiliki masa depan yang lebih cerah.

 

UPZ BAZNAS BNI dan BAMUIS BNI akan terus berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Bersama, kita bisa menjadi bagian dari kebaikan yang membawa harapan bagi banyak orang.

 

Bagikan Berita ini :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll to Top
Open chat
1
Anda butuh bantuan?
Assalamu'alaikum wr wb, Kami Yayasan BAMUIS BNI mempunyai beberapa program penyaluran yang tersedia, antara lain:
- Program Pendidikan
- Program Kesehatan
- Program Pemberdayaan Ekonomi Dhuafa (BMUK)
- Program Santunan Kemanusiaan
- Program 1000 TPA
- dsb

Mohon untuk dapat diinformasikan kepada kami, apa yang bisa kami bantu?