Urgensitas program pemberdayaan ekonomi berbasis pondok pesantren merupakan langkah strategis dalam rangka memperkuat ekonomi kerakyatan di lingkungan pondok pesantren yang mapan dan mandiri. Upaya ini sekaligus menjadi ikhtiyar dalam mewujudkan cikal bakal calon-calon wirausaha yang terampil, kompeten dan profesional khususnya di Era Pandemi Covid-19 dan perkembangan Teknologi, Informasi dan Komunikasi 4.0 saat ini. Dengan ini, Yayasan BAMUIS BNI and UPZ BAZNAS BNI turut memberikan kontribusi nyata dengan menyalurkan dan mendayagunakan dana ZISWAF yang diperuntukan kepada Pondok Pesantren Al Mashduqiyyah Cibalok Bandung dalam melaksanakan Program Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Pondok Pesantren melalui Peternakan Domba.

 

“Adanya pandemi covid-19 saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami dalam mendistribusikan hasil peternakan dipasaran. Akan tetapi, dengan permasalahan tersebut tidak membuat kami patah semangat makanya sampai saat ini penjualan hasil ternak kami tidak hanya dijual langsung dipasaran tetapi juga bisa dibeli secara online melalui media sosial.” Kata pengurus Pondok pesantren Al Mashduqiyyah Cibalok Bandung.

 

Dengan tantangan dan peluang tersebut saat ini pondok pesantren Al Mashduqiyyah Cibalok Bandung mampu memperluas segmentasi pasarnya, diantaranya yaitu pendistribuasian hasil ternak melalui jejaring online dan media sosial, relasi pesantren, jama’ah, alumni dan keluarga santri, serta ke pasar-pasar di sekitaran pondok pesantren yaitu pasar Citalem, Pasar Jum’at, Pasar Rancapanggung, dan Pasar Cihampas. Hasilnya, melalui pemberdayaan ekonomi berbasis pondok pesantren ini pihak Pesantren mendapatkan keuntungan yang diantaranya dipergunakan untuk pembangunan kelas para santri.

 

“Selain menyalurkan dan mendayagunakan dana ZISWAF Yayasan BAMUIS BNI turut memberikan pendampingan, monitoring dan melalukan evaluasi secara berkala terkait peternakan domba di Pondok Pesantren Al Mashduqiyyah. Yangmana dalam pelaksanaannya Yayasan BAMUIS BNI meminta hasil monitoring dan evaluasi peternakan domba secara berkala per empat bulan sekali, serta terus melakukan komunikasi dan menjalin silaturahmi dengan baik dengan pihak pesantren secara aktif”. Disampaikan oleh pengurus Yayasan BAMUIS BNI pada saat melakukan kunjungan secara langsung ke pondok pesantren Al Mashduqiyyah Cibalok Bandung.

 

Terkait pengelolaan peternakan tersebut, pondok pesantren melibatkan sebanyak delapan orang santri dan tujuh orang masyarakat sekitar pesantren yang diberikan amanah khusus untuk memelihara, menjaga, memberi pakan, serta merawat ke 32 ekor domba. Harapannya program pemberdayaan berbasis pondok pesantren ini dapat melibatkan peranan para santri secara lebih luas dan mampu berjalan secara berkelanjutan. Tujuannya, yaitu sebagai upaya dalam menghadirkan sumber keuangan yang produktif khususnya bagi pondok pesantren, dan masyarakat umum disekitar lingkungan pondok pesantren. Serta, mewujudkan cikal bakal wirausaha yang tidak hanya cakap, adaptif dan terampil dalam berwirausaha, melainkan juga mewujudkan para wirausahawan yang paham akan nilai dan syariat agama Islam. (Artikel by: AmandafannySP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *