DONASI PEDULI BENCANA NTT & NTB TERKUMPUL SEBESAR RP. 2.025.000,- RUPIAH
Peluang Sama, Masuk Surga

Dikisahkan Abu Firas bin Kaab Al-Islami adalah seorang pembantu Rasulullah SAW. Ia setiap harinya selalu membantu menyediakan kebutuhan Nabi Muhammad SAW, termasuk keperluan wudhu beliau. Semua pekerjaan yang menjadi tugasnya itu selalu ia laksanakan dengan perasaan ikhlas dan sabar. Abu Firas begitu menyadari bahwa ia sedang bersama orang yang paling dimuliakan di bumi ini, sehingga ia tidak melewatkan perbuatan-perbuatan yang dicontohkan oleh Rasulullah itu.

Ternyata ketulusan Abu Firas dalam membantu semua keperluan Rasulullah itu terium pula oleh perasaan beliau yang lembut, sehingga pada suatu malam Rasulullah merasa iba melihat pembantunya yang setia itu. Beliaupun memanggilnya dan berkata: “Ya Abu Firas sekarang mintalah sesuatu kepadaku?”

“Ya Rasulullah, sekarang aku minta menjadi temanmu di surga kelak,” Jawab Abu Firas dengan suara pelan.

Sungguh sebuah permintaan yang luar biasa.Bayangkan, ada seorang pembantu yang meminta kepada majikannya menjadi temannya di surga kelak. Mendengar permintaan besar Abu Firas tersebut Rasulullah pun sempet terperanjat.

Beliau menyangka pembantunya itu akan meminta hal-hal yang bersifat duniawi, misalnya rumah, emas, ternak, atau dicarikan istri dan sebagainya. Karena itu Rasulullah pun mengulang pertanyaannya yang dijawab dengan jawaban yang sama. “Ya, hanya itu Ya Rasulullah”.

Karena tidak ada pilihan lain, maka Rasulullah dengan sabar dan hati yang lapang mengiyakan permintaan pembantunya itu dengan sabdanya, “Bantulah aku dalam mengendalikan nafsumu dengan banyak sujud”.

Sabda Rasulullah itu bila dikonstektualkan bisa bermakna bahwa siapa pun bisa menjadi teman Rasulullah di Surga kelak asalkan mereka banyak bersujud (sholat malam), di samping menjalankan perintah dan meninggalkan larangan agama. Tidak peduli apakah rakyat biasa ataupun seorang gembel sekalipun.

Peluang mereka masuk surga sama dengan mereka yang menjadi jenderal, pejabat tinggi, pengusaha kaya atau bahkan kyai dan ustad misalnya.Kedudukan sesorang di dunia ini tidak mempengaruhi harkat dan martabat seorang di akhirat kelak sebab yang menjadi tolak ukur seseorang hanyalah ketakwaannya.

On 15-06-2020 0 86

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
Anda butuh bantuan?
Assalamu'alaikum wr wb, Kami Yayasan BAMUIS BNI mempunyai beberapa program bantuan yang tersedia, antara lain:
- Program Bantuan Pendidikan
- Program Bantuan Kesehatan
- Program Pemberdayaan Ekonomi Dhuafa (BMUK)
- Program Bantuan Santunan Kemanusiaan
- Program 1000 TPA
- dsb

Mohon untuk dapat diinformasikan kepada kami, apa yang bisa kami bantu?