Senin, 08 September 2021

 

Eksistensi Pondok Pesantren di Indonesia dalam membentuk dan menghadirkan generasi bangsa yang cakap dalam aspek intelaktual dan juga moril merupakan hal yang harus dijaga dan diberdayakan. Terbukti dengan adanya nilai strategis tersebut sampai saat ini menurut catatan Kementrian Agama terdapat 26.973 pondok pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan eksistensi dan kapabilitas pondok pesantren diperlukan adanya pemberdayaan ekonomi berbasis pondok pesantren.

 

 

 

Pemberdayaan ekonomi berbasis pondok pesantren merupakan program memberikan daya dan upaya yang dilakukan dalam lingkup pondok pesantren dengan pengerahan sumber daya yang ada untuk mengembangkan potensi ekonomi umat guna mengoptimalkan produktivitas sehingga dapat meningkatkan pemasukan serta menciptakan perekonomian pondok pesantren yang mandiri dan berdaya. Dengan urgensitas dan nilai strategis tersebut, Yayasan BAMUIS BNI dan UPZ BAZNAZ BNI bersinergi bersama dengan Pondok Pesantren Pesantren Salafiyah Madinatul Istiqomah dalam melakukan Pemberdayaan Berbasis Peternakan Budi Daya Puyuh Petelur.

“Yayasan BAMUIS BNI dan UPZ BAZNAS BNI menyalurkan dana ZISnya melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren sebesar Rp. 86.135.000,.” Kata pengurus Yayasan BAMUIS BNI saat melakukan kunjungan dan monitoring pada Rabu, 01 September 2021.

 

 

Penyaluran modal pemberdayaan tersebut kemudian dibelikan 3.000 bibit telur puyuh di daerah Jawa Tengah dan Cirebon, dan selebihnya dipergunakan untuk membeli pangan, vitamin dan peralatan untuk pembuatan kandang. Dan Alhamdulillah sampai saat ini pondok pesantren bisa menjual sebanyak 2.500 sampai 3.000 telur puyuh perhari yang dijual atau didistribusikan ke relasi-relasi pesantren, alumni pesantren, masyarakat umum, para wali santri pesantren, koperasi dan warung disekitar pesantren dan pasar Cibadak, pasar Parung Kuda dan pasar Cisaat.

 

“Alhamdulillah sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada Yayasan BAMUIS BNI dan UPZ BAZNAS BNI karena berkat pendayagunaan program ini pesantren dapat menjual telur puyuh sebanyak 2.500 sampai 3.000 butir perhari, yang satu butirnya dijual dengan harga 300 rupiah. Harapan kami peternakan budi daya puyuh ini bisa membantu pemberdayaan perekonomian berbasis pesantren yang mandiri dan membawa kemanfaatan. Serta untuk Yayasan BAMUIS BNI dan UPZ BAZNAS BNI menjadi lebih maju dan berkah.” Ungkap pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Madinatul Istiqomah.

 

 

Dengan kebaikan dan kelapangan rezeki yang diberikan oleh para donatur melalui Yayasan BAMUIS BNI dan UPZ BAZNAS BNI diharapkan sinergitas bersama ini dapat memberdayakan dan menciptakan ekonomi umat yang mandiri, maju dan berkelanjutan. Harapannya di masa yang akan datang masyarakat muslim Indonesia tidak hanyak unggul dari aspek kuantitas saja, melainkan juga kualitas dan kapabilitasnya. (Artikel by AmandafannySP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *